Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

#PrayForAirAsiaQZ8501




Mungkin sayalah orang paling cupdate alias ga update pekan kemaren. Mengapa? Karena sampai hari ke 2 selepas hilangnya pesawat milik AirAsia QZ 8501, saya sama sekali ga tau ada pesawat hilang kontak. Pada hari Minggu (28 Desember) saya masih diperjalanan dari rumah ke Bali dan sesampai di sana sibuk kesana kemari ples ngurusin duo anak lanang. Kayaknya sih sempet buka2 status di medsos, tapi ga ngeh kalo ada pesawat ilang. Baru pas duduk2 di Krisna pusat oleh-oleh tak sengaja liat berita di salah satu stasiun TV, TV itu menayangkan proses pengambilan jenazah menggunakan pesawat. Terlihat jenazah yang sudah membengkak mengapung di laut tanpa di blur sama sekali. Saya membayangkan betapa sedihnya keluarga korban.

Ada 162 penumpang di dalam pesawat itu, dan sampai hari ini, hari ke 10, baru 37 jenazah yang berhasil di evakuasi tim Basarnas ataupun tim penolong dari negara lain. Di Selat Karimata, Pangkalan Bun  serpihan badan pesawat dan korban ditemukan. Sungguh, bencana ini menyayat hati, banyak orang kehilangan anggota keluarga, bahkan banyak yang kehilangan hampir semua anggota keluarganya.

Pesawat AirAsia dengan nomer penerbangan QZ 8501 ini hilang kontak pada Minggu pagi, 28 Desember 2014, membawa 162 penumpang dan awak pesawat dengan rute Surabaya Singapura. Kebanyakan penumpang akan mengadakan liburan Natal dan Tahun Baru di Singapura. Tapi, siapa sangka penerbangan itu mengantar mereka menuju haribaanNya. Mereka pergi dengan rasa gembira, tapi mereka kembali tinggal nama.

Tapi, disaat keluarga korban sedang melipur hatinya, banyak berita - berita yang semakin membuat sedih. Ada satu akun yang berkomentar "Semoga pesawatnya tidak ditemukan, kalo perlu hancur sekalian, agar keluarga pendeta itu meninggal semua, biar tidak bisa menyebarkan agama Kristen dan populasi umat Kristen berkurang". Sungguh, bisa-bisanya dihubung-hubungkan dengan agama para korban. Tidak semua korban beragama Nasrani kan? Segitu bencikah dengan agama itu?

Ehm.... sampai sekarang saya masih belum bisa membayangkan rasa kehilangan para keluarga korban, apalagi jika jenazah keluarga mereka belum ditemukan.

Tapi, seandainya sampai beberapa hari ke depan  masih banyak yang belum ditemukan, semoga para keluarga berbesar hati merelakan saudara mereka tidak ditemukan. Mengingat, sampai hari ke 10 baru 1/6 yang ditemukan, itupun dengan perjuangan yang luar biasa dari tim Basarnas,  TNI, tim penolong dari negara lain yang dengan rela mengirimkan pesawat  ataupun kapal untuk membantu proses evakuasi pesawat dan korban AirAsia itu.

Terlepas dari semua hiruk pikuk pemberitaan di TV ataupun medsos, sudah selayaknya kita sejenak menundukkan kepala, semoga arwah semua korban pesawat AirAsia diterima dengan layak di sisi Tuhan, bahagia disana dan keluarga yang ditinggal bisa tabah, kuat dan berbesar hati menerima bencana ini.

Hendaklah bencana ini ada hikmahnya, keselamatan sangat mahal harganya, apalagi jika tidak selamat, biayanya akan lebih mahal karena nyawa manusia tidak bisa dihargai dengan materi. Semoga, kejadian ini tidak akan terulang dan menjadi pembelajaran bagi semua maskapai, dan dinas terkait. Seperti kata Pak Mentri, Lebih baik tidak pernah berangkat, daripada tidak pernah sampai sama sekali.

Salam Damai, Berkah Dalem.

Comments

  1. Semoga para keluarga korban diberikan ketabahan yg luar biasa dan semoga upaya pencarian korban dan badan pesawat yg tenggelam segera dapat ditemukan seluruhnya,Aamiin

    ReplyDelete
  2. Amin. Makasih ya sudah mampir Mak.

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…