Tuesday, 6 January 2015

Menyusur Perut Bumi di Kali Suci

Sudah bersiap berpetualang bersama saya. OK Ready yuk mariiii sobat...

Berjalan menyusuri pematang di pinggir ladang pohon jati
Mau kemanakah saya kali ini? Saya akan mencoba serunya cave tubing di Kalisuci. Bagi para pecinta alam pasti sudah tak asing dengan tempat ini.
Perjalanan dari Bantul menuju Wonosari lumayan memakan waktu, mungkin sekitar 2 jam dengan mengendarai mobil tanpa ngebut ya. Lokasi yang kami tuju berada  di Kalisuci, Semanu, Gunung Kidul. Letaknya tidak terlalu jauh dari pusat kota Wonosari. Mungkin sekitar 30 menitan.
Mau tahu cave tubing itu apa? Menyusuri sungai yang mengalir melewati gua-gua bawah tanah, petualangan ini memadukan aktivitas caving (susur gua) dan body rafting. Tentunya petualang itu sangat menarik dan menantang. Beranikah saya, pasti donk.
Untuk Cave Tubing biaya per orang cuma Rp. 70.000 , untuk hari minggu berapapun yang datang akan dilayani. Tapi jika tidak hari libur minimal peserta yang ikut harus lebih dari lima orang.
Penyelenggara akan memberikan fasilitas berupa :
  1. Safety Standar equipment (jaket pelampung, helm, decker, ban)
  2. Retribusi
  3. Jasa Pemandu
  4. Asuransi
  5. Minum dan snack
  6. Akomodasi dari tempat finish ke base camp

Leyeh-leyeh menikmati teh panas
Sesampai di basecamp pihak penyelenggara sudah menyiapkan welcome drink  yaitu teh manis yang cukup panas, so minumnya pake acara tiup-tiup dulu ya.

Sambil minum-minum, kita bisa  menyimpan tas atau perbekalan di loker yang sudah disiapkan. Gadget dan perhiasan  mending ditinggal, kecuali kamera kamu anti air. Kalo saya memilih menitipkan kamera pada pemandu. Kan sekalian difotoin ama masnya #jiwanersong

Jaket pelampung yang sudah disiapkan penyelenggara




Pastikan peralatan keselamatan sudah terpasang, dari jaket pelampung, helm, pelindung lutut dan siku. Jika kesulitan untuk mengenakan, mas-mas pemandu siap untuk membantu kok. Jangan sungkan dan malu-malu seperti saya ya.


si Mas yang slalu siap menantimu eh membantu dink


Penyelenggara sudah menyiapkan semua peralatan dengan lengkap, safety benar-benar diutamakan. Karena memang area yang akan dilalui menantang. Ada banyak batu dan stalagtit yang bisa membuat kita terluka jika kita tidak mengenakan life helmet ataupun jacket pelampung.




Kamera siap.....action
Sudah komplit pake pengamannya, ciss dulu yaaa..

Wuhaaaaaa, tak sabar rasanya segera nyemplung menikmati dinginnya  air sungai pegunungan Gunung Kidul, dari basecamp kita cukup berjalan kaki menyusuri ladang jati  yang cukup rimbun, jalannya hati-hati yang karena jalannya  cukup sempit dan hanya pagar kayu di pinggirnya.

Niat sudah menggebu-gebu, saat ada temen keder dan takut mo ikut saya langsung berlagak support, tapi, ya tapi setelah nyampe di depan mulut gua, penulis mikir-mikir lagi nih, soale guanya dalem 'bo. Dari permukaan sekitar 10 meter dan gelap. Jadi kepikiran yang aneh-aneh, kalo ada uler gede atao monster, piye?
Hahaha..masak sih Prima yang super prima takut, malu donk ama semut. Ayo majuuuuu Mak!

Mulut gua yang mengganga  siap menerkam, tapi airnya yang jernih menggoda untuk diselami.

Bagi yang ahli renang n berani, ayo  jumping bro!
Tenang, ga semua harus loncat koq ,kita bisa turun dengan jalan aja tapi perlu ekstra hati-hati,  licin soalnya. Pastikan alas kakimu nyaman, pake sandal gunung, boot karet atau sekalian nyeker kayak saya. Setelah sampai di bawah, pemandu akan memberikan satu ban kepada  setiap peserta. Siapkan pantatmu untuk duduk manis diatas ban yang super gede. Ohya ada tips penting dari Mas pemandu. Pastikan pantat anda terangkat saat melewati batu-batu atau jeram, kalo tidak anda akan merasakan panasnya pantat anda beradu dengan batu. Saya sempat ga konsen, dan sreeet, tuh batu nakal bikin bumper sakit.

Bersiap meluncur

Kalisuci, we're coming.......


Kami dibagi dalam beberapa kelompok, maksimal ada 10 orang dalam satu gandengan. Setelah mendapatkan posisi yang nyaman, letakkan kaki di pundak atau bawah ketiak peserta didepan kita dan kita juga bertugas memegangi kaki peserta yang ada di belakang kita. Ya maap ya pak, kaki saya nongkrong dengan manisnya dipundak atasan saya...hihii.


Kayaknya posisi saya salah, seharusnya kaki kawan saya berada dipundak saya, so  saya ga perlu megangin gini :(


Mari bergandengan, make circle....Bagian AP..yesssss

Coba cari saya yang mana

Photo session tim pertama sebelum nyemplung


Gak didarat, gak di air tetep nersong.....
Aduh kasian teman saya diceburin
Sekelas Kabagpun ternyata sadar kamera..ahaay


Si Ibu cantik yang jarang ikut outbondpun kecemplung jugaa

Saya menyesal banget ga bawa handycam, pemandangan  di dalam gua sangat indah, langit-langit gua yang cantik, stalagtit dan stalagmit yang setajam silet, tetes-tetes air, dan sensasi keheningan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ternyata memang ada sesuatu yang beda yang bisa dirasakan saat didalam gua, terasa damai banget masuk ke perut bumi.  Ada banyak kelelawar di langit-langit gua. Dan hati-hati, mereka suka pup sembarangan. Kalo tiba-tiba muka anda basah terkena tetesan, mungkin itu air dan bisa saja pupnya si batman, hahaha.

Saat memasuki gua, pemandu akan menyalakan senter yang dia bawa karena sangat gelap didalamnya. Pemandu juga akan menjelaskan  tentang sejarah penemuan gua dan nama-nama gua yang dilewati. Salah satunya bernama Luweng Glatik.

Dinginnya air tak terasa, yang ada hanya keharuan membuncah, betapa Tuhan maha dahsyat, bisa menyusuri sungai di perut bumi mengingatkan saya bahwa hidup tak hanya diatas bumi, bahwa kita hanya makluk kecil di semesta ini. Masih ada langit diatas langit, dan dalamnya bumi ternyata tak terukur.

Setelah puas berciblon ria dan bercanda, melupakan sejenak kepenatan kantor atau bercengkrama tanpa melihat kamu atasan atau aku bawahan #ihikk, akhirnya sampai di hilir juga. Tujuh ratus meter aliran sungai yang dilalui selama 1,5 jam tak terasa, dan teriakan mas pemandu " ok kita sudah sampai" sukses membuat saya kecewa. Maunya lagi dan lagi sampai masuk angin, hehehe

Endingnya cukup memeras keringat, naik jalan mendaki,,,, tapi sayang ga bikin ane kuyus pemirsah


Dan, bagi saya inilah yang paling menantang, jalan setapaknya curam banget dan belum dicor lagi. Beda dengan tangga saat menuju pintu gua. Tangga dari tanah yang licin benar-benar membutuhkan stamina untuk menaikinya. Banyak teman saya yang hampir pingsan saat mendaki. Ada tali tambang yang disiapkan untuk pegangan. Kalo enggak, kita bisa terjatuh karena licin banget. Sesampai di atas, pick up sudah menunggu yang akan mengantar kita ke basecamp. Wokkee sahabat, jangan lupa untuk berpetualangan disini yaaaa...

Tubuh sudah basah dan penat, mari kita pulang!

1 comment:

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular Posts