Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

Museum H. M Soeharto

Patung Jenderal Besar Soeharto yang berada di depan dekat pintu masuk.

Siapa presiden RI yang kedua? Yakk betul, beliau adalah HM. Soeharto, presiden berwajah bulat telur dan berwajah ramah adalah presiden yang paling lama memimpin negeri ini. Terlepas dari segala kontroversi dan kasus yang memberatkan beliau, tak lantas kita melupakan jasa sosok Bapak yang menyandang predikat Bapak Pembangunan ini.

Selama 32 tahun telah banyak sumbangsih yang beliau berikan bagi Ibu Pertiwi. Berikut sedikit kisah tentang masa kecil HM Soeharto , beliau lahir di Kemusuk, Argomulyo, Yogyakarta pada tanggal 8 Juni 1921. H. Muhammad Soeharto yang biasa dipanggil Pak Harto atau Soeharto memulai pendidikan Sekolah Dasar (Ongko Loro) di Kemusuk (1929- 1931), Sekolah Rakyat di Wulantoro (1931- 1935), melanjutkan SMP di Yogyakarta (1935 – 1939) dan SMA di Semarang. Apabila ingin tahu lebih lengkap tentang riwayat beliau bisa di lihat disini.

Joglo sebagai tempat beristirahat para pengunjung

Beberapa waktu yang lalu saya dan bersama rekan kantor mengunjungi Museum yang didirikan oleh keluarga besar HM Soeharto. 
Ada tiga bangunan utama di museum ini :
  1. Gedung Atmosudiro
  2. Joglo
  3. Rumah Perisitirahatan Keluarga
Museum ini didirikan oleh keluarga besar Soeharto untuk mengenang perjalanan hidup Pak Harto. Kita bisa memasuki museum ini dengan gratis. Semua anggaran pembangunan maupun pemeliharaan gedung di biayai oleh keluarga Pak Harto.

Museum ini diprakarsai oleh Bapak Probo Sutedjo selaku adik kandung Pak Harto. Di tempat itulah dulu Soeharto kecil hidup dan tanah itu merupakan tanah Bapak Atmosudiro yang merupakan kakek Pak Harto. Sehingga gedung utama museum itu dinamakan Gedung Atmosudiro.

Museum tampak dari luar dan dikelilinggi pagar yang cukup tinggi. museum ini sudah dilengkapi dengan tempat parkir yang luas.

Pak Soeharto lahir dari keluarga sangat sederhana, kedua orangtuanya bercerai sehingga ia dititipkan kepada pamannya yang adalah seorang pegawai negeri. Soeharto di sekolahkan dan dibesarkan bersama dengan saudara- saudaranya. Bapak  Soeharto semasa kecilnya sangat suka bermain di sawah, nah di museum ini juga ada patung beliau saat bermain di sawah bersama kerbau.

Soeharto kecil yang sedang asyik bermain di sawah bersama kerbau.

Di depan gedung Atmosudiro ada foto Pak Harto beserta keluarga, ada foto anak-anak pak Harto semasa kecil. Dari gambar-gambar itu terlihat betapa harmonis hubungan keluarga Pak Harto.


Garis keturunan keluarga Pak Harto


Foto-foto kegiatan Pak Harto dan Ibu Tien selama menjadi presiden.

Gambar Pak Harto bersama anak-anaknya.


Museum ini berbeda dengan museum kebanyakan, dioramanya sudah sangat modern dan ditampilkan dengan dukungan Multimedia dan Teknologi Visualisasi tingkat tinggi. Saat memasuki lorong pertama, serasa memasuki lorong kafe, hehehe...



Museum ini tidak melulu tentang Pak Harto dan keluarganya, tapi juga bercerita tentang sejarah G 30 S PKI dan jendral yang menjadi korban. Banyak gambar dan perangkat audio visual yang bisa kita putar sendiri tentang peristiwa Serangan Umum 1 Maret yang dikomandoi oleh Pak Harto.

Ini bukan buku lho, tapi semacam aplikasi yang berisi sejarah sebelum kemerdekaan dan orde lama,

Petunjuk isi museum

Video yang berisi kegiatan Pak Harto


Diorama operasi TRIKORA

Gambar ini terbuat dari kaca bertumpuk-tumpuk dan terlihat sangat bagus.


Rekan saya yang terlihat serius membaca sejarah G 30 S PKI

Gambar Pak Harto dalam sebuah kaca

Perjalanan hidup Pak Harto selama masa pembangunan
Jangan lupa kalau ke Jogja mampir ke museum ini ya, lokasinya gampang dicari kok, dari Jalan Wates  dari Arah Malioboro menuju ke Lokasi melalui Jl Wates Km 10. (Belok ke Utara/kanan di Lampu merah Pedes / Polsek Pedes). Dari Malioboro sekitar 13 km atau 20 Menit.

Peta Museum Soeharto di kemusuk
Rute menuju lokasi sumber gambar











Comments

  1. mau ke sini ga jadi2..rumahku di jalan wates mak prim :)
    ngga nyangka ternyata modern ya, kupikir museum dikemas jadul gitu..hihi

    ReplyDelete
  2. Bagus sekali museum yang dipersembahkan untuk almarhum presiden ke-2 Indonesia. Saya harap, almarhum Gus Dur segera punya. :D

    ReplyDelete
  3. sejuk tmpatnya ya mbk,
    jd inget ibu tin

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…