Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Abu Vulkanik Gunung Kelud

Iseng-iseng buka-buka file foto, eh nemuin gambar halaman depan rumah yang penuh debu. Karena apa? Meletusnya Gunung Kelud pada 13 Februari 2014 mengakibatkan hujan debu di Jawa Timur bahkan Jawa Tengah hingga jarak 200an KM, padahal dulu saat Gunung Merapi meletus debunya ga setebal ini.



Putih dan putih yang ada diluar rumah, sampai sore haripun masih terjadi hujan debu. Jalanan, genting, kebun, pohon-pohon semua tertutup abu vulkanik Gunung Kelud. Otomatis ga bisa keluar rumah. Sampai beberapa hari selanjutnya kehidupan belum bisa berjalan norma, bahan pangan susah didapatkan apalagi sayur mayur. Jadi keseringan makan tanpa sayur dan makanan instan.



Kita aja yang jauh merasa repot begini, apalagi warga di lereng Gunung Kelud yang bahkan terkena hujan kerikil dan harus mengungsi. Walaupun tidak bisa keluar rumah, setidaknya saya masih bisa menikmati kehangatan rumah dan empuknya kasur. Lha mereka? Mungkin harus merelakan rumah dan isinya hancur karena kegananasan Gunung Kelud. Dan sudah sepatutnya saya bersyukur, atas kenikmatan itu.

Entah, Tuhan sedang marah atau hanya kebetulan, dihari yang seharusnya kita bisa merayakan hari kasih sayang, tapi justru Tuhan menghadiahi gunung meletus.




Sampai beberapa hari aktivitas keluar rumah sangat tersendat, beruntung hari pertama semua sekolah dan perkantoran diliburkan. Bahkan sampai seminggu setelah Gunung Kelud meletus abu tebal masih menempel dimana-mana, Warga bergotong royong membersihkan jalanan  menggunakan diesel untuk menyedot air sumur dan menyemprotkannya ke gang-gang.

Sampai saat ini pun, setelah 10 bulan. Abu vulkanik belum hilang 100 persen. Apalagi saat musim kemarau panjang seperti bulan kemarin. Abu putih masih terlihat di permukaan tanah dan saat angin berhembus menyebabkan debu itu beterbangan kemana-mana.

Bencana  memang akan selalu datang, begitulah cara bumi membersihkan dirinya. Seperti tubuh manusia yang bermetabolisme, gunung juga membutuhkan batuk-batuk dan membuang kotoran dari tubuhnya.
Bencana tak pernah kita harapkan dan juga tak mampu kita hindarkan.
Entah itu teguran atau sekedar kado kecil dari Tuhan, jangan pernah menyalahkan bencana.
Semoga, bencana menjadikan kita manusia pembelajar, dan slalu belajar dari masa lalu.
Semoga bencana menjadikan kita manusia penolong, yang slalu menyingsingkan lengan untuk membantu sesama.
Semoga bencana menjadikan kita manusia penuh syukur, yang slalu berterimakasih atas apa yang Tuhan berikan.
Semoga bencana menjadikan kita manusia yang lebih baik dari pada sebelumnya.

Diluar gerimis,
Dinihari,
Kalasan, 8 Desember 2014
Berkah Dalem.

Comments

  1. Asyik tuh mbak foto abu-abu dr abu vulkanik gunung kelud. Aq jg posting ttg abu vulkanik kelud kala itu

    ReplyDelete
  2. semoga tidak berkelanjutan
    aamiin

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …