Thursday, 6 November 2014

Saat ku MerindukanMu

Kemarin aku mendiamkanMU,
aku marah karena Kau menyakitiku,
apa yang Kau lakukan sungguh aku tak suka,
walaupun kataMu itu yang terbaik bagiku,
Aku harus belajar, itu pintaMU.

Aku sungguh jahat,
padahal Kau tetap baik padaku,
segalanya tetap Kau berikan,
tanpa berubah sedikitpun.

Hari ini aku merindukanMU,
tak terasa sudah lama aku tak menyapaMU,
aku kangen "keintiman" kita,
tapi mengapa hatiku masih membeku,
masih juga tertutup .

Mungkin kita memerlukan waktu berdua,
ditempat romantis kita dulu,
hanya ada aku dan Kamu, dan Bunda melihat dari kejauhan,
Sriningsih, saksi bisu cinta kita,
disana kita bisa berbicara dari hati ke hati,
berbagi rasa sukaku dan menumpahkan air mataku,
Dan Kau merelakan pundakMu menjadi tempatku bersandar.

Tapi, kapan aku bisa ke sana lagi,
waktuku tak lagi luang seperti dulu,
ada cinta lain yang harus kubagi,

Beringin yang besar meneduhkan hati,
air sendang yang segar membuat semangat membuncah,
bukit tengkorak yang membuat hatiku slalu menangis,
dan belaian lembut Bunda yang slalu menentramkan,

Yesus, tunggulah aku disana,
aku pasti datang,


Jali, 6 November 2014



No comments:

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular Posts