Skip to main content

Kisah Sukses Bu Enny Sigit, Depo Minyak Kutus-Kutus di Yogyakarta

"Bantu orang dulu, tolong orang dulu, setelah menolong rejeki pasti akan datang" itu pedoman yang dipegang oleh Servasius Bambang Pranoto, penemu Minyak Kutus-Kutus Tamba Waras yang sekarang juga menjadi pegangan Ibu Enny Sigit dalam menolong orang disekitarnya sembuh dari sakit sekaligus membantu para reseller yang notabene teman, saudara dan handai taulan untuk menambah perekonomian keluarga dengan berjualan Minyak Kutus-Kutus.
Sabtu sore yang cerah saya berkunjung ke rumah Ibu Enny Sigit di kawasan Babarsari. Perempuan setengah baya yang masih terlihat enerjik. Keceriaan terpancar dari wajah beliau, meski sore itu tidak mengenakan makeup tapi Ibu Enny nampak segar dan bersemangat. Tak terlihat sedikit pun beliau pernah menderita berbagai macam penyakit degeneratif, termasuk radang sendi yang mengharuskan lutut beliau disuntik dan disedot secara rutin. 
Beliau dengan ramah mempersilakan saya masuk ke rumahnya. Kami ngobrol di ruang depan yang sudah disulap seperti toko Mi…

Perdesaan Sehat

Sudah 69 tahun Indonesia merdeka, tapi masih banyak warga yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan secara baik . Padahal kesehatan merupakan faktor penting bagi kemajuan suatu bangsa, dan kesehatan merupakan  hak yang dijamin dalam konstitusi UUD 1945, dan negara berkewajiban untuk memenuhinya sebagai hak dasar seluruh rakyat Indonesia. Tapi,  sampai saat ini masih banyak kasus kematian karena gizi buruk, kematian Ibu dan bayi saat proses persalinan, kematian karena terlambatnya bantuan medis atau kematian yang disebabkan sanitasi yang buruk. Dan kasus ini lebih sering  menimpa warga pedesaan terutama di daerah tertinggal.
Pemerintah selaku penanggung  dan pelindung masyarakat  memberikan solusi atas permasalahan yang banyak terjadi khususnya di daerah yang tertinggal. Kemudian diluncurkannya  Perdesaan Sehat yang merupakan realisasi dari Kebijakan Percepatan Pembangunan Kualitas Kesehatan Berbasis Perdesaan di Daerah Tertinggal. Kegiatan ini merupakan program Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT). Kebijakan PS dicanangkan secara resmi oleh KPDT bersama Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) pada kegiatan "Desa Sejahtera" yang bertempat di Entikong, Kalimantan Barat tanggal 20 Desember 2012.

Saat ini pemerintah benar-benar memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan daerah tertinggal, karena sampai saat ini Indonesia memiliki 183 daerah tertinggal, dan terdapat 158 kabupaten yang memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Angka Harapan Hidup (AHH) masih berada di bawah rata-rata nasional, dan berada jauh dari sasaran pencapaian 2014 yaitu IPM = 72,2 dan AHH = 68,8. Dan pemerintah harus bekerja keras meningkatkan taraf kesehatan ke 158 kabupaten ini tentunya dengan bantuan dan kerja sama dari masyarakat. Terutama daerah tertinggal, terluar, terdepan dan pasca konflik.

Perdesaan Sehat

 Perdesaan Sehat dapat diwujudkan dengan 5 Pilar Perdesaan Sehat, yaitu :

1. Percepatan ketersediaan Dokter Puskesmas bagi seluruh puskesmas di daerah tertinggal; 

2. Percepatan ketersediaan Bidan Desa bagi seluruh desa di daerah tertinggal; 

3. Percepatan ketersediaan Air Bersih bagi setiap rumah tangga di daerah tertinggal; 

4. Percepatan ketersediaan Sanitasi bagi setiap rumah tangga di daerah tertinggal; serta, 

5. Percepatan ketersediaan Gizi Seimbang bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita

Lima Pilar Perdesaan Sehat


Dari tulisan salah seorang relawan Perdesaan Sehat dikatakan bahwa di Kabupaten Seluma ada 11 Puskesmas yang belum ada dokter  yang jaga (sumber). Begitu juga di Kalimantan Barat , di daerah terpencil dan pedalaman Kalbar dan hampir di semua puskesmas tidak ada doktemya. Kurangnya tenaga dokter, bidan dan perawat  secara langsung maupun tidak tentunya memberikan dampak terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Belum lagi, hingga saat ini masih ada belasan Puskesmas yang belum memiliki dokter sehingga membuat pelayanan kepada masyarakat tentu saja tidak maksimal. Begitupun pelayanan kesehatan di RSUD Tais yang hingga saat ini baru memiliki 2 tenaga dokter umum di IGDnya.Seharusnya minimal ada enam tenaga dokter, tentunya ini membuat pelayanan kesehatan menjadi kurang optimal..sumber

Walaupun kita tidak tinggal di daerah tertinggal alangkah baiknya kita juga aktiv mendukung kegiatan untuk mewujudkan Desa yang Sehat :
  1. aktiv di posyandu
  2. menjadi tetangga siaga, artinya lebih peduli dan tanggap jika ada tetangga yang sedang sakit.
  3. mengkampanyekan pentingnya sanitasi
  4. sebagai pelopor Ibu menyusui dan mengkampanyekan ASI Ekslusif

Comments

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …