Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Perdesaan Sehat

Sudah 69 tahun Indonesia merdeka, tapi masih banyak warga yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan secara baik . Padahal kesehatan merupakan faktor penting bagi kemajuan suatu bangsa, dan kesehatan merupakan  hak yang dijamin dalam konstitusi UUD 1945, dan negara berkewajiban untuk memenuhinya sebagai hak dasar seluruh rakyat Indonesia. Tapi,  sampai saat ini masih banyak kasus kematian karena gizi buruk, kematian Ibu dan bayi saat proses persalinan, kematian karena terlambatnya bantuan medis atau kematian yang disebabkan sanitasi yang buruk. Dan kasus ini lebih sering  menimpa warga pedesaan terutama di daerah tertinggal.
Pemerintah selaku penanggung  dan pelindung masyarakat  memberikan solusi atas permasalahan yang banyak terjadi khususnya di daerah yang tertinggal. Kemudian diluncurkannya  Perdesaan Sehat yang merupakan realisasi dari Kebijakan Percepatan Pembangunan Kualitas Kesehatan Berbasis Perdesaan di Daerah Tertinggal. Kegiatan ini merupakan program Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT). Kebijakan PS dicanangkan secara resmi oleh KPDT bersama Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) pada kegiatan "Desa Sejahtera" yang bertempat di Entikong, Kalimantan Barat tanggal 20 Desember 2012.

Saat ini pemerintah benar-benar memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan daerah tertinggal, karena sampai saat ini Indonesia memiliki 183 daerah tertinggal, dan terdapat 158 kabupaten yang memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Angka Harapan Hidup (AHH) masih berada di bawah rata-rata nasional, dan berada jauh dari sasaran pencapaian 2014 yaitu IPM = 72,2 dan AHH = 68,8. Dan pemerintah harus bekerja keras meningkatkan taraf kesehatan ke 158 kabupaten ini tentunya dengan bantuan dan kerja sama dari masyarakat. Terutama daerah tertinggal, terluar, terdepan dan pasca konflik.

Perdesaan Sehat

 Perdesaan Sehat dapat diwujudkan dengan 5 Pilar Perdesaan Sehat, yaitu :

1. Percepatan ketersediaan Dokter Puskesmas bagi seluruh puskesmas di daerah tertinggal; 

2. Percepatan ketersediaan Bidan Desa bagi seluruh desa di daerah tertinggal; 

3. Percepatan ketersediaan Air Bersih bagi setiap rumah tangga di daerah tertinggal; 

4. Percepatan ketersediaan Sanitasi bagi setiap rumah tangga di daerah tertinggal; serta, 

5. Percepatan ketersediaan Gizi Seimbang bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita

Lima Pilar Perdesaan Sehat


Dari tulisan salah seorang relawan Perdesaan Sehat dikatakan bahwa di Kabupaten Seluma ada 11 Puskesmas yang belum ada dokter  yang jaga (sumber). Begitu juga di Kalimantan Barat , di daerah terpencil dan pedalaman Kalbar dan hampir di semua puskesmas tidak ada doktemya. Kurangnya tenaga dokter, bidan dan perawat  secara langsung maupun tidak tentunya memberikan dampak terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Belum lagi, hingga saat ini masih ada belasan Puskesmas yang belum memiliki dokter sehingga membuat pelayanan kepada masyarakat tentu saja tidak maksimal. Begitupun pelayanan kesehatan di RSUD Tais yang hingga saat ini baru memiliki 2 tenaga dokter umum di IGDnya.Seharusnya minimal ada enam tenaga dokter, tentunya ini membuat pelayanan kesehatan menjadi kurang optimal..sumber

Walaupun kita tidak tinggal di daerah tertinggal alangkah baiknya kita juga aktiv mendukung kegiatan untuk mewujudkan Desa yang Sehat :
  1. aktiv di posyandu
  2. menjadi tetangga siaga, artinya lebih peduli dan tanggap jika ada tetangga yang sedang sakit.
  3. mengkampanyekan pentingnya sanitasi
  4. sebagai pelopor Ibu menyusui dan mengkampanyekan ASI Ekslusif

Comments

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …