Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

Kompasiana Nangkring bersama Bank Indonesia


Para narasumber yang semua wanita, hidup wanitaa!!

Yeey, si duo anak lanang dan si Bapak dah nglipus, saatnya ketak-ketik. Wokkey permirsah, kali ini saya mau berbagi cerita tentang acara yang saya ikuti tadi siang. Acara apa tuhhh? Yess, Kompasiana Nangkring special bersama BI. Ngikut acaranya perlu daftar jauh-jauh hari 'bo, terbatas sich cuma kompasioner yang terverifikasi yang boleh gabung di acara ini. Sebelumnya juga sudah digelar acara serupa di Medan dan Balikpapan. Jogja menjadi kota terakhir yang menjadi tuan rumah acara yang diprakarsai oleh KOMPAS dan BI.

Sebenarnya keluar rumah di weekend day without duo anak lanang berat di hati, tapi mengingat saya sebagai kompasioner, walopun jarang posting *benerin kacamata* wajib hukumnya datang, lagian acara ini belum tentu setahun sekali diadakan. Setelah pamit sama si Mbarep Mas Nathan dan dibolehin Ibunya "kerja" langsung dech tancap gas, tapi sebelumnya bayar pajek dulu nganter si Mas ke Indomaret, ok dech daripada ga diijinin pergi.

Nangkring bareng Kompasiana diadakan di BI cabang Jogja, gedungnya "heritage" banget, dan jujur walau sudah lama tinggal di Jogja baru sekali ini saya masuk ke gedung BI. Sesampai di lokasi ternyata sudah rame dan para peserta sedang menikmati snack yang sudah disiapkan. Karena sudah sarapan saya langsung masuk ke ruangan tanpa melirik kudapan2 itu *inget perut yang membuncit...ups out of topic yaa* dan langsung celingak celinguk nyariin emak-emak dari KEB yang juga ikut acara ini. Dan akhirnya ketemu amak Mak Ririe, Mak Kurnia, Mak Arifah, Mak Irul dan Mak Diba.

Acara ini dipandu seorang MC cantik nan mungil bernama Echa, dan selanjutnya diisi opening dari Pak Pieter dari BI. Beliau memaparkan sekilas tentang BI dan SSK serta adanya lomba blog yang berhadiah emas batangan, weleh-weleh saya tahunya Mas Bambang yang ga cuma bergram-gram tapi berpuluh kilo#uhukuhuk...

Kemudian acara pokok yaitu pembahasan tentang SSK(Stabilitas Sistem Keuangan) dimulai dan dipandu oleh Bapak Iskandar dari Kompasiana. Narasumber didatangkan langsung dari planet Pluto, ya karena semua pembicara nya wanita dan mereka pakar di bidangnya. Ada Ibu Ita Rulina, Ibu Francine, dan Ibu Evi dari BI serta satu wartawan ekonomi dari KOMPAS.

Temanya yang berat bikin perut mules dan kepala pening*ahay* dan banyak economic vocabulary yang saya ga donk, ada macroprudential, LTV, Clearing dan laen-laen. Dan berhubung background saya bukan dari ekonomi saya agak tertatih-tatih  mengikuti sesi ini. Tapi, setidaknya penjelasan dari BI tentang Uang, perbankkan, kebijakan-kebijakan, membuat saya melek ekonomi, jadi tahu pentingnya peran BI dalam pengaturan perekonomian di negara kita.


OK Next ganti slide.....
Waktunya makan....meski mundur sejam dari waktu yang dijadwalkan tidak mengurangi niatan kami, khususnya saya untuk makan siang gratisan*lap mulut*, tapi sebelum makanmemakan, ada panggilan ke belakang dulu dan ngantri bingit saudara2, gedung segede gitu toiletnya cuma dua, satua buat cowok dan satunya lagi buat cewek. Dan terpaksa ngantri bareng kompasioner lain. Menu yang disiapkan cukup beragam, dari nasi ples sayur dan lauk ada siomay, bakso, dan iga paprika.  Dan yang menggoda saya cuma iga paprika ples es dawet, yang lain ogah.

Setelah kenyang, lanjut ke sesi berikutnya yaitu stand up comedy oleh Ilham yang kata dia hitam, dan kayaknya sich juga gitu :P, tapi lawakan dia cukup menghibur dan bikin mata melek karena ngantuk dan kekenyangan. Tapi sayang doorprizenya koq cuma dikit*digetok admin kompasiana* karena yang datang banyak mahasiswa yang masih seger-seger kami emak-emak kayaknya kalah cepet dech sigapnya dibanding yang muda-muda paas sesi memperebutkan voucer belanja. Ya maklum dah berumur,,hohohoho..

Tak lupa Kompasiana juga mentransferkan ilmunya tentang "perblogan" dan mau tahu materinya, next posting ya....

Bapak Ronal yang batiknya OK punya

Bapak Heru, wartawan Kompas yang super kocak
Manfaat lain dari acara ini adalah bisa kopdar bareng temen blogger lain, khususnya para emak KEB di  Yogyakarta. Dan yang paling menarik nih, ada lomba Blog yang berhadiah emas batangan 25 gram,,,wooow banget kan, caranya gampang, tinggal menuliskan tentang bagaimana Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan di blog kamu, info lebih lengkapnya silakan buka KOMPASIANA....

Jangan lupa ikutan yaaaaa,,,,,






Comments

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…