Thursday, 23 October 2014

Waspadai Gendam di Sekitar Kita

Kejadian ini baru tadi pagi terjadi dan masih jadi trending topic di kampung saya..Halah..Tetangga saya yang sudah sepuh tapi masih sehat dan seorang aktivis di gereja  mengalami satu musibah yang mengakibatkan sebagian hartanya hilang. Nama beliau Ibu Murni, biarpun cucunya sudah banyak beliau masih sehat bugar dan aktiv dalam berbagai kegiatan. Maklum beliau mantan Kepala Sekolah yang tidak diragukan ketrampilannya bersosialisasi. Ceritanya nich tadi pagi beliau digendam/dihipnotis oleh beberapa orang tak dikenal.

Wokee pemirsah langsung ke laptop yaaa...ceritanya begini :
Seperti biasa, setiap pagi Bu Murni mengikuti Misa Pagi digereja yang dimulai pukul setengah 6 sampai jam setengah 7. Jarak antara gereja dan rumah tidak terlalu jauh, mungkin sekitar 400meter dan jalan yang dilalui merupakan jalur rame, yaitu Jalan raya Jogja-Solo. Karena dekat beliau cukup jalan kaki, itung-itung olah raga, kata beliau.

Saat mau menyebrang tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti dan salah satu penumpang turun dan menanyakan sebuah alamat. Tanpa berpikiran negativ beliau menanggapi orang itu. Kemudian turun lagi 2 orang dari mobil tersebut dan mengajak berkenalan sambil berjabat tangan erat banget. Nah, setelah berjabat tangan itu beliau merasa ada yang beda Dan diajak masuk ke mobil. Didalam mobil mereka bercerita bercerita kalau mereka berasal dari Medan dan Bandung dan mempunyai uang milyaran dan berniat menyumbangkan uang mereka untuk sosial. Dan menawarkan memberi bantuan ke gereja yang kebetulan sedang masa pembangunan dan membutuhkan banyak biaya. Mereka memanggil Bu Murni dengan sebutan Mama dan mengajak ngobrol akrab sekali. Bu Murni bersedia gerejenya dibantu dan mereka menanyakan no rekening beliau untuk ditransfer, tanpa berpikir panjang dan adanya manut saja, beliau memberikan no rekening dan buku tabungan kemudian diajak ke Bank.

Sesampai di Bank, dua orang itu masuk ke Bank dan mengisi blanko pengambilan uang atas nama Bu Murni, dan saat nama Bu dipanggil teller, kedua orang tadi menjemput Bu Murni dari mobil dan Bu Murni mengambil semua uang yang ada di rekeningnya dan diberikan ke dua orang tadi. Mereka beralasan mengetes Bu Murni karena mau dipercaya menerima bantuan uang yang banyak. Sesampai dimobil mereka menanyakan perhiasan yang dikenakan Bu Murni dan kebetulan saat itu beliau cuma memakai cincin, mereka menanyakan perhiasan yang lain dan mereka bilang ke Murni ingin melihat perhiasan beliau. Dan Bu Murni manut aja waktu turun dari mobil, pulang kerumah dan mengambil semua perhiasannya dan dimasukkan ke dalam tas plastik. Sesampai di mobil, seluruh perhiasan beliau berikan ke orang-orang itu. Tanpa keberatan sekalipun. Tak hanya itu, mereka juga meminta semua yang ada didompet, jatah uang belanja sebulan juga mereka minta semua. Saat dimobil mereka selalu bercerita panjang lebar bahkan mengajak Bu Murni sarapan soto di Prambanan. Setelah sarapan,mobil kembali ke arah Kalasan dan Bu Murni diturunkan didepan gang masuk rumah. Nah, setelah dari mobil, mak byar, beliau sadar kalo semua barang berharganya raib dan dompetnya kosong melompong.

Dari kejadian tersebut bisa diambil pelajaran bahwa kejahatan dengan cara digendam atau hipnotis berada disekitar kita dan sudah sepatutnya kita waspada. Perlu diketahui sebelum , kasus yang dinamakan gendam atau hipnotis di jalanan bukanlah ilmu ghoib! Karena mereka hanya melakukan pendekatan emosional atau kejutan emosional kepada korban. Tujuannya, agar pelaku menjadi superior sehingga korban gendam dan hipnotis memiliki rasa sungkan (jawa), segan, malu, takut, dan rugi untuk menolak permintaan pelaku.

Berikut tips  menghindari gendam/hipnotis:
  1. Selalu waspada terhadap kehadiran orang asing yang datang tiba-tiba dan melakukan kontak fisik dengan kita, seperti menepuk atau berjabat tangan, dan sebisa mungkin hindari kontak fisik tersebut.
  2. Jangan pernah berpikiran kosong atau melamun terutama di keramaian, saat pikiran itu kita  kosong dengan mudah diberi sugesti ataupun dipengaruhi.
  3. Saat berbicara dengan orang asing usahakan jangan menatap matanya.
  4. Waspadalah terhadap rasa mengantuk, mual, pusing, atau dada terasa sesak yang datang tiba-tiba secara tidak wajar, karena kemungkinan saat itu ada seseorang yang berusaha melakukan telepathic forcing kepada anda. Segera niatkan untuk membuang seluruh energi negatif tersebut kebumi, cukup dengan cara visualisasi dan berdoa menurut agama dan keyakinan anda.
  5. Bagi kamu yang latah, usahakan jangan bepergian sendirian, karena kebiasaan latah akan membuka kesadaran untuk diberi perintah.
  6. Hati-hati terhadap beberapa orang yang tiba-tiba mengerumuni  tanpa suatu hal yang jelas dan pergilah ketempat yang ramai atau laporkan kepada petugas keamanan. 
  7. Jangan lupa slalu berdoa agar dijauhkan dari kejahatan.
  8. Kata orang sih, kalo ditepuk balas ditepuk biar gendamnya mental....hehehe...

2 comments:

  1. iyaaa... temanku pernah kena gendam di terminal,,,, tau tau dia sadar semua barang bawaannya ludes.. tinggal badan tok... ya ampunn....

    tippsnya sangat bermanfaat :))

    ReplyDelete
  2. ooh gendam semacam hipnotis gitu yaa .. sekarang emang banyak hipnotis dijadikan modus kejahatan ..

    ReplyDelete

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular Posts