Skip to main content

Bolehkah Membawa Motor ke Sekolah?

Beberapa hari ini Polres Bantul sering mengadakan razia sepeda motor terhadap anak SMP. Razia ini mdiadakan di dekat sekolah, dan hasilnya banyak anak yang tertangkap membawa sepeda motor ke sekolah. Padahal anak seusia SMP belum layak untuk mengendarai kendaraan bermotor. Kenapa? Karena anak SMP yang yang usianya masih di bawah 17 tahun biasanya emosi masih labil dan hal itu membahayakan jiwanya serta pengendara lain di jalan.



                                       

Tapi, pertanyaannya apakah dengan adanya razia ini anak-anak itu akan kapok dan tidak membawa sepeda motor lagi ke sekolah? Jawabannya adalah tidak. Kata suami kawan saya yang bekerja di Polres, anak-anak itu tetep aja membawa sepeda motor karena razia itu tidak memberikan sanksi hanya diberikan pembinaan bagi siswa yang tertangkap razia. So, razia itu ga ngefek broo..

Jadi ingat dulu sewaktu masih SMP, dari kelas satu sudah mulai belajar naik motor walaupun sembunyi-sembunyi karena dilarang sama ortu, tapi dasar anak bandel belajarnya minjem motor temen, hehe... Tapi saya tidak pernah membawa motor ke sekolah,  yaiyalah jarak antara rumah dan sekolah cuma dua ratusan meter, enakan pake sepeda. Tapi banyak teman-teman saya yang laki-laki membawa motor ke sekolah tapi dititipin di penitipan warga, karena di sekolah dilarang membawa motor dan hukumannya disuruh pulang kalo ketahuan.  Dijaman dulu aja , ehm sekitar tahun 97 an anak SMP dah bawa motor apalagi anak sekarang yaaa......(geleng-geleng) .

Anak-anak itu tidak sepenuhnya salah menurut saya orangtua anak itu yang kurang bijaksana. Yang berperan besar dalam hal ini adalah orang tua, karena jika orang tua tidak memberikan fasilitas motor dan tidak mengijinkan anaknya membawa motor ke sekolah pasti hal ini tidak terjadi. Pihak sekolah sudah mengeluarkan peraturan jika siswa dilarang membawa motor, tapi siswa itu menitipkan diluar sekolah sehingga pihak sekolah tidak dapat berbuat banyak.
Ada banyak alasan mengapa orang tua mengijinkan anaknya membawa motor ke sekolah, ada yang karena sekolahnya jauh, ada yang berdalih karena repot ada juga yang beralasan biar anaknya mandiri. Ada seribu satu alasan tapi mereka tidak sadar akan keselamatan jiwa anak mereka.

Tapi tidak semua orang tua tega membiarkan anak mereka membawa motor, tapi konsekuensinya dia harus rela pagi mengantar dan siangnya  ijin dari kantor untuk menjemput. Seperti kawan saya walaupun anaknya sudah bisa mengendarai motor tapi untuk ke sekolah sendiri belum diijinkan. Tapi ada juga yang cuek dan beranggapan gapapa anak saya bawa motor, toh dia sudah terampil dan dia ga perlu repot antar jemput. Dan yang membuat saya salut, ada mantan Kabag saya yang melarang anaknya membawa motor sebelum dia punya SIM padahal anaknya sudah SMA, dan resikonya tiap hari musti antar jemput ke Jogja kota yang jaraknya lumayanlah kalo dari Bantul.

Nah kira-kira kita orang tua yang mana nih, kalo saya ehm....mikir dulu anak lanang masih batita, masih jauuuhhh sampai SMPnya, kali aja di masa depan ada alat bisa terbang jadi ga perlu pake motor.......hahaha mimpi...

Comments

Popular posts from this blog

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Ekowisata Taman Air : Obyek Wisata Keluarga di Tlatar Boyolali

Di bulan September kemaren Bapak dan Ibuk saya merayakan hari lahirnya, sayang si anak wedok ayu dewe alias saya lupa ngucapin selamat ke mereka berdua. Ah, semoga mereka maklum dan tidak mengutuk saya jadi kodok #kungkong. Dan untuk menebus dosa saya, minggu kemaren saya mengajak Bapak dan Ibuk makan-makan di Tlatar Boyolali, pastinya bareng keluarga besar alias adik-adik saya .

Beberapa tahun yang lalu, tepatnya saat masih SMA saya beberapa kali ke Umbul Tlatar, dan seingat saya dulu hanya ada kolam renang, tempat mancing dan rumah makan. Kemaren saya agak terkejut dengan suasana di Umbul Tlatar yang sangat berbeda. Tampilannya lebih cantik dan fasilitasnya lengkap. Kaget aja kok ada hutan kecil dengan sungai  yang mengalir ditengahnya. Duo anak lanang langsung ribut pengen nyemplung kali begitu turun dari mobil.
Ada beberapa pemancingan di Umbul Tlatar, pengunjung diharuskan membayar tiket sebesar 3000 rupiah per orang dan parkir mobil sebesar 5000 rupiah. Saya memilih pemancingan…