Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

#30HariNgeblog:Back You

Tadi siang pak pos mengantarkan surat untuk Rani. "Dari Mas Moko lagi, kenapa dia tak bosan bosannya mengirim surat untukku" Keluh Rani "Padahal aku sudah berusaha pergi jauh dari dia" Sambil sesekali memandang potret Moko yang tergantung didinding rumah dinasnya. 
Sudah setahun belakangan Rani menyepi, meninggalkan hinggar bingar kota, untuk melupakan Mas Moko, mantan tunangannya. Tugas negara itu yang menjadi alasan Rani saat Mas Moko menanyakan penyebab kepergiannya.

Segala cara telah Rani tempuh untuk terputus dari dunia luar, semenjak Rani melihat Mas Moko berpelukan dengan mantan kekasihnya di kantor, Rani merasa hancur. Mas Moko yang begitu dia banggakan di hadapan keluarga besarnya walaupun sebenarnya orang tua Rani menentang keras hubungan mereka.

Pemandangan dihadapannya membuat Rani berbalik arah, tawaran dari dosennya tentang magang praktek di pedalaman Kalimantan langsung dia sanggupi tanpa berpikir panjang.  Hal itu juga membuat dosen Rani terkejut, setahu dia Rani akan langsung menikah setelah status dokter dia sandang.

Setahun hampir berlalu, kenangan tentang Mas Moko perlahan mulai memudar. Menjadi satu-satunya dokter di kecamatan Toba,Sanggau  Kalimantan Barat benar-benar menyita waktunya. Mendatangi pasien ditengah malam atau kedatangan pasien disela-sela istirahat sore sudah menjadi makanan pokok. Disini tidak ada jaringan telpon ataupun internet, satu-satunya cara berhubungan dengan dunia luar hanya dengan berkirim surat memalui pos yang datang satu minggu sekali. Untuk sampai di tempat ini membutuhkan perjuangan yang lumayan berat. Dari Pontianak masih harus menempuh perjalanan darat selama 9 jam dan dilanjutkan dengan menaiki speedboat selama 3 jam.

Entah sudah berapa puluh kali Rani mondar-mandir di dalam kamarnya. Beberapa lembar surat berada di genggaman tangannya. Kemudian, perlahan Rani duduk ditepian ranjang tidurnya, dengan hati-ihati dia membuka surat terbaru dari Mas Moko.

"Dek ijinkanlah Mas meminta maaf, apa yang terjadi kemaren hanyalah salah paham, Desi hanya berpamitan akan pergi ke London bareng suaminya. Dia juga mengucapkan selamat atas pertunangan kita. Apa yang kamu lihat tak seperti apa yang kamu bayangkan Dek. Pernikahan kita sebentar lagi, ayolah kamu pulang"
Itu sebagian isi surat Mas Moko, tidak ada yang berubah dalam surat itu, isinya selalu sama, sampai surat ke 16 inipun isinya sama, hanya kali ini ada beberapa kalimat berbeda diujung surat.

"Dek, Mas sudah lelah meminta maaf padamu, bahkan sekalipun kamu tak sudi membalas surat Mas. Mungkin Mas memang tak layak buat kamu. Cincin pernikahan yang dulu kita pesan sudah jadi jika kamu memang tak mau kembali lebih baik scincin itu ku buang saja. Sekalian Mas mau pamit, minggu depan Mas dipindah tugaskan di Belanda. Semoga kamu mendapatkan pengganti yang lebih baik dari Mas".

Rani tergugu, pundaknya bergoncang menahan tangisan yang sudah lama dia pendam. Sejauh apapun dia pergi, sesibuk apapun dia melayani pasien, bayangan Mas Moko selalu mengikutinya. Wajahnya yang teduh, kesabaran hatinya, slalu bisa menentramkan hatinya. Pria tangguh yang tak pernah menyerah, selama 6 tahun kebersamaan mereka dia jarang menemukan cela pada diri pria itu. Disaat semua keluarganya memandang sinis Mas Moko karena keberadaan keluarganya yang kurang mampu, sekarang karir  Mas Moko begitu cemerlang. Haruskah dia kehilangan segalanya hanya karena kesalahpahaman?Relakah dia membiarkan hatinya terbang ke negri orang tanpa tahu kapan bisa bertemu lagi.

"Mas, sebenernya aku kangen sama Mas tapi keegoisan membutakan mataku, emosi sesaat telah membawaku ke hutan belantara ini. Cinta yang harusnya padam juga masih menyala seperti dulu" Rani menyesali sikapnya pada Mas Moko.

Rani melangkah keluar dari kamarnya, kemudian Rani mengambil kertas dan pulpen di laci meja kerjanya.  Perlahan dia menulis, "Mas Moko, I will back to You" sambil melipat kertas dan memasukkannya ke amplop, Rani berdoa "Semoga aku bisa sampai lebih dulu di Jakarta daripada surat ini"

Comments

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …