Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

#30HariNgeblog:Back You

Tadi siang pak pos mengantarkan surat untuk Rani. "Dari Mas Moko lagi, kenapa dia tak bosan bosannya mengirim surat untukku" Keluh Rani "Padahal aku sudah berusaha pergi jauh dari dia" Sambil sesekali memandang potret Moko yang tergantung didinding rumah dinasnya. 
Sudah setahun belakangan Rani menyepi, meninggalkan hinggar bingar kota, untuk melupakan Mas Moko, mantan tunangannya. Tugas negara itu yang menjadi alasan Rani saat Mas Moko menanyakan penyebab kepergiannya.

Segala cara telah Rani tempuh untuk terputus dari dunia luar, semenjak Rani melihat Mas Moko berpelukan dengan mantan kekasihnya di kantor, Rani merasa hancur. Mas Moko yang begitu dia banggakan di hadapan keluarga besarnya walaupun sebenarnya orang tua Rani menentang keras hubungan mereka.

Pemandangan dihadapannya membuat Rani berbalik arah, tawaran dari dosennya tentang magang praktek di pedalaman Kalimantan langsung dia sanggupi tanpa berpikir panjang.  Hal itu juga membuat dosen Rani terkejut, setahu dia Rani akan langsung menikah setelah status dokter dia sandang.

Setahun hampir berlalu, kenangan tentang Mas Moko perlahan mulai memudar. Menjadi satu-satunya dokter di kecamatan Toba,Sanggau  Kalimantan Barat benar-benar menyita waktunya. Mendatangi pasien ditengah malam atau kedatangan pasien disela-sela istirahat sore sudah menjadi makanan pokok. Disini tidak ada jaringan telpon ataupun internet, satu-satunya cara berhubungan dengan dunia luar hanya dengan berkirim surat memalui pos yang datang satu minggu sekali. Untuk sampai di tempat ini membutuhkan perjuangan yang lumayan berat. Dari Pontianak masih harus menempuh perjalanan darat selama 9 jam dan dilanjutkan dengan menaiki speedboat selama 3 jam.

Entah sudah berapa puluh kali Rani mondar-mandir di dalam kamarnya. Beberapa lembar surat berada di genggaman tangannya. Kemudian, perlahan Rani duduk ditepian ranjang tidurnya, dengan hati-ihati dia membuka surat terbaru dari Mas Moko.

"Dek ijinkanlah Mas meminta maaf, apa yang terjadi kemaren hanyalah salah paham, Desi hanya berpamitan akan pergi ke London bareng suaminya. Dia juga mengucapkan selamat atas pertunangan kita. Apa yang kamu lihat tak seperti apa yang kamu bayangkan Dek. Pernikahan kita sebentar lagi, ayolah kamu pulang"
Itu sebagian isi surat Mas Moko, tidak ada yang berubah dalam surat itu, isinya selalu sama, sampai surat ke 16 inipun isinya sama, hanya kali ini ada beberapa kalimat berbeda diujung surat.

"Dek, Mas sudah lelah meminta maaf padamu, bahkan sekalipun kamu tak sudi membalas surat Mas. Mungkin Mas memang tak layak buat kamu. Cincin pernikahan yang dulu kita pesan sudah jadi jika kamu memang tak mau kembali lebih baik scincin itu ku buang saja. Sekalian Mas mau pamit, minggu depan Mas dipindah tugaskan di Belanda. Semoga kamu mendapatkan pengganti yang lebih baik dari Mas".

Rani tergugu, pundaknya bergoncang menahan tangisan yang sudah lama dia pendam. Sejauh apapun dia pergi, sesibuk apapun dia melayani pasien, bayangan Mas Moko selalu mengikutinya. Wajahnya yang teduh, kesabaran hatinya, slalu bisa menentramkan hatinya. Pria tangguh yang tak pernah menyerah, selama 6 tahun kebersamaan mereka dia jarang menemukan cela pada diri pria itu. Disaat semua keluarganya memandang sinis Mas Moko karena keberadaan keluarganya yang kurang mampu, sekarang karir  Mas Moko begitu cemerlang. Haruskah dia kehilangan segalanya hanya karena kesalahpahaman?Relakah dia membiarkan hatinya terbang ke negri orang tanpa tahu kapan bisa bertemu lagi.

"Mas, sebenernya aku kangen sama Mas tapi keegoisan membutakan mataku, emosi sesaat telah membawaku ke hutan belantara ini. Cinta yang harusnya padam juga masih menyala seperti dulu" Rani menyesali sikapnya pada Mas Moko.

Rani melangkah keluar dari kamarnya, kemudian Rani mengambil kertas dan pulpen di laci meja kerjanya.  Perlahan dia menulis, "Mas Moko, I will back to You" sambil melipat kertas dan memasukkannya ke amplop, Rani berdoa "Semoga aku bisa sampai lebih dulu di Jakarta daripada surat ini"

Comments

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…