Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

Selepas Tiga Puluh

Beberapa jam ke depan, usia saya melampaui tiga puluh tahun. Usia  yang menandakan kematangan dan kedewasaan diri. Ehm, sudah dewasakah saya?

Tak terasa sudah lebih dari 11 ribu hari saya lalui,  menikmati hari demi hari, bulan demi bulan dengan segala suka dukanya. Ya, hidup tanpa rintangan itu ga asyik---halah---life is never flat.

Di usia sekarang, rambut saya mulai memutih, kadang terlihat satu dua uban di rambut saya. Yang secara tak sengaja terlihat oleh rekan kerja saya, dan cukup membuat saya tersenyum malu. Ternyata saya sudah tua. Mengingatkan saya, kalau saya tidak muda lagi. Saya, seorang Ibu dengan dua anak laki-laki yang masih balita. Yang masih ngoyo menjalani hidup. Masih sibuk  mengasuh anak-anak. Masih tertatih-tatih menyiapkan finansial. Masih, dan masih mengejar target hidup. Sampai saya terkadang lupa , BERSYUKUR, berterima kasih kepada Si Pemberi Semuanya, yang tanpa saya memintapun, DIA telah memberikan dengan cuma-cuma.

Di usia kurang dari sepertiga abad ini, haruskah saya bersedih?
Jatah waktu yang diberikan telah berkurang satu tahun, dan semakin mendekati masa akhir. Masa kematian, satu sesi waktu yang ditakuti banyak orang.

Atau haruskah saya gembira?
Umur saya telah bertambah, hari lahir kembali bisa saya lampaui, umur saya semakin panjang.

Seperti angka 17 yang berarti peralihan dari remaja menuju ke (dianggap) dewasa, waktunya punya KTP, bisa bikin SIM, dah boleh pacaran, banyak yang terjadi saat sweet seventeen, dan kebanyakan membahagiakan. Di angka tiga puluh? wuaaa..mesti beli krim malam baru biar ga keriput, liat dech iklan di tipi, yang disebut pasti angka 30, bukan angka 25 atau 28-----intermezo------

Penyair Roma berkata, “tempus fugit” yang artinya waktu berlari dengan cepatnya, waktu berlari tanpa henti dan tanpa kompromi meninggalkan kita. Dua puluh lima tahun yang lalu saya hanyalah gadis kecil berkuncir dua yang kemana-mana hanya mengenakan singlet dan celana pendek. Dan sekarang saya bermetamorfosis menjadi ibu dengan dua anak. Bukan gadis kecil tanpa beban lagi, tanggung jawab sebagai Ibu dan istri yang baik berada di pundak saya. Saya juga masih seorang anak yang mungkin masih dianggap gadis kecil terus oleh orang tua saya, karena sampai saat ini saya masih "ngrusuhi" mereka. Saya harus membahagiakan mereka, tapi di usia senja sekarangpun mereka masih harus bekerja membanting tulang demi membiayai kuliah adik bungsu saya dan saya belum bisa membantu mereka :((

“Everyone wants to live long, but nobody to be old” Jonathan Swift  (1667 – 1745) 
Semua orang ingin hidup yang lama, tapi tidak ada yang mau menjadi tua, begitupun saya, pengennya muda terus, biarpun dah tiga puluh tahun pengennya masih kinclong kayak abg, hohoho....Tentunya tak hanya fisik yang tetap muda, tapi jiwa juga. Umur boleh bertambah, tapi jiwa tetap muda. Berjiwa muda akan membuat kita lebih fresh dan bersemangat menjalani hidup dan menanti hari lahir di tahun berikutnya. Semoga Tuhan mengijinkan.

Kata Lao Tze "
“Orang pada umur 20 tahun belajar bijaksana,
orang umur 30 tahun tumbuh bijaksana,
orang umur 40 tahun merasa bijaksana,
orang umur 50 tahun mencoba bijaksana
orang yang berumur 60 tahun mulai bijaksana
Dan orang berumur 70 tahun baru bijaksana”.
Semoga kita tak perlu menunggu sampai berumur 70 tahun untuk menjadi bijaksana.

*****************************************

Dear GOD,
Tuhan, terima kasih atas segala yang telah Engkau berikan, apalah aku ini hingga Kau berbaik hati kepadaku. Terima kasih juga  Engkau telah mengijinkan aku sampai di titik ini, dengan segala kekurangan dan kesalahanku. Terima kasih atas hadirnya orang tua, suami dan anak-anakku. Banyak yang ingin aku inginkan, banyak harapan dalam hatiku, tapi satu saja iijinkan aku meminta, berikanlah kesehatan dan jauhkanlah sakit penyakit dari anak-anakku, terutama si kecil. Terima kasih Tuhan. Amin




Comments

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…