Thursday, 17 July 2014

Sakitnyaa

Plak!
Rasanya seperti tertampar.
Sakit....disini sakitnya--nunjuk dada.

Niatnya sich curhat ke temen-temen kantor kalo saya mau nyapih si Saka, anak saya yang kedua. respon mereka saya malah dikira hamil lagi, seperti pengalaman yang dulu, terpaksa menyapih diumur 1,5 tahun karena keburu saya isi lagi.

"Tidak, saya ga hamil lagi keles............." spontan saya teriak.

Alasan saya mau nyapih karena dah 3 mingguan ini Saka selalu nggigit saat menyusu, dan saking ga tahannya saya berniat untuk menyapih. Luka yang saya derita -halah- sudah terlalu dalam, kadang sampai berdarah-darah dan rasanya------ehm, seperti disilet saudara. Dan ada alasan tambahan, saya mau diet.

Teman di kantor, terutama emak-emak pada protes dan menasihati --tapi dengan nada memarahi--
"Jangan dik, kasihan Saka masih kecil, ntar nyesel lho, diterusin sampai dua tahun dulu, proses menggigit paling cuma beberapa hari (dah 4 minggu kali), ditahan kalo sakit, jangan egois jadi ibu"

Clepp.
Saya terdiam dan tidak beralasan lagi. Memang saya menghindari rasa sakit dengan menstop  memberikan ASI, dan saya tahu itu tidak benar. Mana niat hati yang mau S3, ngasih ASi sampai 2 tahun, koq ngilang begitu aja.

Dan benar, saya menyesal, sungguh menyesal, walaupun baru semalam Saka ga nenen, tapi rasanya dah luama banget. Saya menangis tergugu di depan komputer, dengan pundak naik-turun saya memuaskan rasa sesak di dada. Dan yang bikin saya menyesal, saya terlanjur ga makan dari semalam -ahaaa- ga yaa, bukan itu. Dan alhasil jadi tontonan temen-temen, ada yang ketawa juga dan saya malu.

"Dah sana, maem dulu biar ASinya banyak" salah satu teman menimpali.

Langsung deh meluncur ke warung, dan nanti sepulang kantor langsung nenenin Saka.
Gagal dech menyapih...............

No comments:

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular Posts