Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

Biar Gendut Asal Cantik

Saya dan Adik Ipar ( BB 70)
Ya.....gendut...sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya kalau saya bisa sebesar ini....:o( Dari ukuran M menjadi L berubah lagi menjadi Xl bahkan sekarang ukuran baju saya sudah XXL...wow...wow...wow  saudara.(nangis bombay dah).
Dulu....,ehm sekitar 6 atau 7 tahun yang lampau saya selalu heran ngliat orang yang berbadan besar, gendut tepatnya.Dalam hati saya sering mengolok-olok mereka, koq bisa badan segede gitu makannya apa yaaa?.
Tapi, sekarang saya mengalaminya saudara-saudara. Badan bulet kayak bola dan sering jadi ejekan teman dikantor sebagai orang terbesar di kantor....huhuhuhuuuuuu....*ngucek mata*
Entah sejak kapan  "gendutisme" ini saya alami, mungkin sekitar tahun 2008 semenjak ditinggal seseorang yang sangat berarti bagi saya, tapi di masalalu lho......di masa sekarang suami tersayang adalah orang yang paling berarti..eheemmmmmm.... Setelah "dia" pergi saya jadi galau, gitu sich kata anak sekarang, alias agak sutris dan pelampiasannya ke makan. Nafsu makan jadi tak terkontrol, tak terkira dan tak terhingga.
Saat masih di counter (65 KG)
Dulu, sebelum jadi pegawai, saya membuka counter HP di Klaten. Saat jam makan sekitar jam 6-8 malam  itu saat counter sedang ramai-ramainya, so saya ga sempet makan. Ga makan laper, jadi makan malamnya telat , alhasil numpuk lemak di perut. Ples kerjaan di counter cuma duduk-duduk nglayani konsumen tanpa aktivitas fisik, yang kerja cuma mulut doang kalo ga cas cis cus ama konsumen tuch mulut  ngunyah teruus..wkwkwkwk...
"55-60-65-75.....................
itu bukan soal deret hitung di matematika yaaaaa, itu deret angka berat badan aye...terjadi peningkatan kan(ngelus dada)..hahaha..sekilo daging berapa ya mak?
Dulu, waktu mo nikah saya berencana untuk diet ngurusin badan, tapi ga berhasil. Abis nikah  langsung hamil dan sempet  Hyperemesis dan bikin BB turun 13 kg tapi setelah kandungan menginjak 6 bulan nafsu makan hot lagi dan sampai melahirkan melonjak ke angka 75.
Saat hamil anak pertama (65 KG)
Setelah melahirkan BB saya sempat turun menjadi 70, mau diet tapi ga boleh ama mertua karna sedang dalam masa menyusui. Dan niat diet tertunda lagi karena sekarang sedang menyusui anak ke 2. ...Kata temen kantor, kapan bisa diet kalo punya anak teruss....hehehe..
Badan saya termasuk badan yang gampang ndut. Ada temen yang makannya banyak tapi tetep aja kurus, sedang saya yang makannya biasa aja gampang naik timbangannya. Untuk bisa mengurangi BB saya harus benar - benar diet ketat dan mengurangi porsi makan.
Jujur, sampai sekarang saya belum bisa menerima "keadaan ini" bertubuh ndut dan tampang kucel. Kalo liat cermin terlihatlah mak-mak gendut bin njebrot. GA bisa make baju yang keren , mo pake aksesoris juga ga pantes lagi. Padahal dulu saya termasuk gadis yang lumayan cantik(kata mak gwe sihh) , pake baju trendi nan gaul.
Sekarang, saya ga berani motret seluruh badan. Muka aja cukup, ndak keliatan ndutnyaaa...
Tapi mak-emak, setelah saya renungkan saya harus bisa menerima dan menghargai diri sendiri. Kalo saya sendiri tidak mau, lantas siapa lagi, orang lain? Sekarang, saya sudah menjadi ibu dari dua anak. Harus lebih berkonsentrasi untuk mendidik dan mengasuh mereka. Toh anak-anak juga tidak protes punya ibu gendut, hanya suami yang kadang-kadang nyindir..ahahaaa...Biarpun gendut saya harus slalu terlihat cantik dan menarik terutama buat suami biar ga lirik sana-sini. Masih ada waktu untuk menikmati "gendut"  ini. Saka baru 9 bulan.Saya tidak mau menggadaikan masa menyusui ini dengan diet ketat demi badan langsing. Tapi saya bertekad, 15 bulan lagi adalah start untuk menjadi langsing, saya sudah gatel pengen baju trendi.......
Inilah metamorfosis saya dari tahun ke tahun.......


Saya bersama sahabat (2007)
Libuan bersama ponakan (2008)
@ pantai Indrayanti (2012)
Hamil anak kedua (2013)
Sekarang ( Maret 20140

Comments

  1. gendut is sexy mak...sy jg ndut skrg...63 wow..dgn tinggi 1555 cm hehe...ya gimana lg dinikmatin aja mak..drpd kurus kayak jerangkong hehehe....yg penting sehat ya mak

    ReplyDelete
  2. Gendut maupun kurus gpp mbak... Yang penting sehat jasmani dan rohani. Dan yang terpenting lagi ialah cantik hati dan pikirannya. Karena itulah arti kecantikan yang sesungguhnya.

    Dengan hati dan pikiran yang cantik, tentu kelakukan dan ucapan kita akan menjadi cantik. Dan cerminan kecantikan itu akan menjadi nyata terpancar dari dalam diri kita. Betul gak bunda?

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…