Friday, 14 March 2014

Surat yang Belum Terkirim

"halah...daripada repot merah ASI mending kasih susu formula aja gampang , dulu Sheila anak pertama saya minum susu formula juga gapapa"
Itulah celetukan rekan saya saat kami membicarakan tentang ASI. Ringan sich tapi makjlebb di hati. Jujur saya sedih dan prihatin. Dia saat ini sedang hamil anak ke dua, dan saya menyarankan untuk memerah ASI saja untuk stok ,dan tercetuslah kata - kata diatas. Saya ga berani untuk mengkampanyekan tentang ASI lebih lanjut, karena dia senior saya dan melek internet tentunya sudah banyak info yang dia tahu tentang kelebihan ASI yang menakjubkan itu dan lebih memilih sufor untuk anaknya nanti. Dia ga mau repot harus memerah dan pegal saat malam hari kalau harus menyusui. Padahal untuk menjadi Ibu kan memang penuh pengorbanan.
Ya, minum sufor memang tidak berakibat buruk yang langsung terlihat, tapi alangkah lebih baik jika kita bisa memberikan yang terbaik untuk anak kita. Anak dia yang pertama juga minum sufor dan sering sakit batuk dan panas. Seharusnya itu bisa menjadi motivasi agar imunitas anak kedua lebih baik.
Anak saya yang pertama minum ASI sampai usia 18 bulan , walopun belum 2 tahun saya terpaksa menyapihnya karena keburu ada adiknya. Pengetahuan tentang ASI dulu belum serame sekarang, bahwa ternyata ASI bisa diperah juga belum banyak yang tahu. Lewat jejaring sosial saya mendapat advice dari teman untuk memberikan ASI saja walopun harus ditinggal bekerja. Dan saya bergabung dengan AIMI(Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) dan dari situlah saya mendapat banyak kawan seperjuangan yang saling support , apalagi saat produksi ASI drop dan harus bersitegang dengan mertua karena beliau lebih menyarankan pake support. Ehm..lelah? Tidak! Menyusui itu mengasikkan bahkan bikin ketagihan , apalagi setelah disapih, rasanya kehilangan separuh nafasku.
Buat rekanku tersayang , ada surat cinta untukmu.

Dear Mbak Fin,
Mbakyu sayang, dedeknya bentar lagi lahir ya, semoga lancar ya. Mbak Fin, tolong donk dedeknya jangan dikasih sufor.Plissss....Dinenenin aja sendiri, yakin dech ASI mu banyak, jangan berpikiran kalo sufor bisa menggantikan ASI dan ga merepotkan. Justru pake sufor lebih repot, kalo malem musti bikin susu, bersihin dot, nyiapin air panas. Tinggal dinenenin aja gampang, buka baju doang , n mamaknya bisa ikut tiduran. Bayangin aja, nyariin sekolah aja pasti nyari yang terbaik, apalagi ngasih makan bayi, tentunya mau ngasih yanng bagus. Ada buatan Tuhan ngapain dikasih susu sapi buatan manusia. Kalo aku ga tega mbak.
Ada yang bilang netekin tuh repot, bikin pegel apalagi mesti merah. Yo namane jadi Ibu kan emang harus berkurban. Mbak FIn pengen dedeknya lebih sehat tho, lebih pinter tho.
Mbak Fin, kalo bisa milih si dedek tentu milih nenen ibunya daripada ngedot susu sapi, kalo bayi bisa ngomong pasti ngomong lebih enak ASI.
Mbak Fin, yakin dech ASImu cukup untuk dedek, semua ibu dikodratkan untuk melahirkan dan menyusui. Di Alquran aja ada lho perintahnya
Alloh ‘azza wa jalla berfirman :

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَلِكَ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَنْ تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَا آَتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” [QS al-Baqoroh : 233]

Mbakyu sayang, maaf saya ga bermaksud menggurui, saya cuma sayang ama dirimu dan dedeknya..


 WIth Love..

No comments:

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular Posts