Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Nguri-uri Kabudayan Jawi



www.javanews.com

Ada yang beda dengan apel pagi di kantor Pemda Bantul Senin kemarin. Karena apel pagi itu menggunakan bahasa Jawa. Sesuai dengan Instruksi Bupati Bantul nomor 01 Tahun 2009 tentang Penggunaan Bahasa Jawa pada Hari Tertentu Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul. So, setiap tanggal 20 setiap bulannya di lingkungan kantor pemerintah dan desa diharuskan menggunakan bahasa Jawa. Karena bahasa Jawa merupakan simbol peradaban dan harus dilestarikan.
Berhubung hari itu tanggal 20 jadi apel nya pake bahasa Jawa. Dulu pertama ngikutin apel berbahasa Jawa, geli – geli gimana gitu. Lucu…hohoho…Walopun itu bahasa sehari – hari tapi kata-kata yang digunakan dalam apel tidak familier.


Ini contoh kata – kata yang dipakai dalam apel:
Siap graak : siogo sedyo,dyo
Tegak grak : jejeg dyo.
Istirahat Ditempat graak : asong papan ,dyo
Hormat graak : Hormat dyo
Apalagi ya,,lupa,hehehe…
Udah ada yang pernah denger kata – kata  itu ?Ngacung bagi yang udah.
Dewasa ini, bahasa Jawa sudah mulai dilupakan, bagi orang Jawa tentunya. Mereka lebih senang memakai bahasa Indonesia, apalagi orang –yang tinggal diperkotaan. Bahkan yang tinggal di desa saja ogah ngomong Jowo. Entah salah siapa , tapi perlahan Bahasa Jawa dianggap ndeso dan ditinggalkan. Saya juga terlanjur memakai bahasa Indonesia saat berbicara dengan anak-anak.  Tapi dengan suami atau orang tua saya memakai bahasa Jawa campuran. Kenapa campuran ,karena seharusnya berbicara dengan yang lebih tua memakai bahasa Jawa Kromo,tapi karena bisanya Cuma setengah – setengah ,ya campur-campur dech.
Dengan anak saya masih sering menggunakan Bahasa Indonesia , karena terpengaruh tetangga .Prosentase penggunaan bahasa Indonesia dan jawa mungkin 60 %: 70 %.  Kadang , anak saya tidak tahu apa yang saya maksud saat saya ngomong Jawa ,dan itu kesalahan yang fatal karena dari bayi saya  tidak menggunakan bahasa jawa.
Saat ini saya mulai kembali mengajarkan dan memakai bahasa jawa dalam kehidupan sehari –hari. Dan terutama mengenalkan Boso Kromo. Ngomong Jawa memang tidak semudah bahasa Indonesia yang hanya satu tingkatan. Bicara dengan orang tua atau kawan sama saja. Tapi, dalam bahasa Jawa ada beberapa tingkatan. kita ngomong dengan siapa ,kawan atau orang tua. Mungkin takut salah itu yang membuat kaum muda tidak mau menggunakan bahasa Jawa.
Misalnya untuk bicara dengan orang tua kita harus memakai Basa Kromo Alus /Inggil .  Untuk kata kamu kepada orang lain ada 3 macam , Panjengenan  ,Sampeyan dan Kowe. Dan harus benar penempatanya…Dengan menggunakan bahasa Jawa ,bicara dengan yang lebih tua akan menjadi lebih sopan dan hormat. Ehmm  rumitkan , kalah dech grammernya wong londo.
Tapi ,semua bisa dipelajari kok . Dan hal ini harus dimulai dari lingkungan terkecil ,yaitu keluarga. Jika kita berbahasa Jawa, anak-anak pasti ngikutin dan lama – lama pasti bisa. Dan sebagai wong Jowo,jika bukan kita,siapa lagi yang akan nguri-nguri kabudayan Jawi?

Comments

  1. Keren ya program sekarang. Di Bandung juga ada Rebo Nyunda. Jadi tiap hari Rabu, semua orang Bandung wajib pakai Basa Sunda. Termasuk Pemkot dan sekolah-sekolah. Semoga bahasa daerah bisa lestari, ya. ^^

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …